Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

10/27/2013

Review: Greenmommy Family Liquid Shampoo


Seneng banget waktu dapat info tentang Greenmommy dari teman. Green Mommy memproduksi berbagai macam kebutuhan perawatan tubuh yang terbuat dari bahan alami, produksi dalam negeri. Jadi, saya ingin membuat review singkat tentang beberapa produknya yang saya sudah coba, dimulai dari salah satu shamponya, "Greenmommy Family Liquid Shampoo".

Positif:
  • Terbuat dari bahan-bahan alami, sehingga aman untuk tubuh. Tidak mengandung alkohol, pewangi buatan, SLS, SLES, paraben dll yang tidak baik untuk tubuh dan lingkungan.
  • Harga terjangkau. 100 ml = Rp. 35.000.
Negatif:
  • Terlalu encer.
  • Masalah wanginya, sih, relatif sebetulnya. Karena terbuat dari bahan-bahan herbal, tak heran kalau baunya seperti jamu-jamuan. Akan ada orang yang suka, ada yang tidak. Dan untuk wangi dari sampo ini terus terang terlalu jamu untuk saya :). Untuk yang penasaran, baunya mirip dengan sampo Natur versi lama.
  • Setelah rambut kering,hasilnya tidak bervolume.
  • Rambut menjadi lepek, dan terkesan berat.
  • Yang paling parah untuk saya, shampoo ini membuat kulit kepala kering. Ini pastinya membuat kepala jadi gatal, dan ketombe yang awalnya sudah hilang, jadi kembali muncul.
Review di atas hanya berdasarkan pengalaman saya pribadi, kebetulan memang kulit kepala saya lumayan sensitif. Hasil pemakaian sampo dapat berbeda-beda, tergantung kepada si pemakai. Walaupun sampo yang ini kurang cocok untuk saya, tapi saya sangat senang dengan produk sabun batangannya, begitu pula dengan lip balm-nya. Saya akan bahas produk-produk lain dari Greenmommy di review-review selanjutnya ^^. 

web Greenmommy: http://gms.hadeyazah.org
Fan page FB Greenmommy: https://www.facebook.com/KomunitasGreenMommy?ref=ts&fref=ts 
FB Greenmommy shop: https://www.facebook.com/greenmommyshop?fref=ts

2/20/2012

MATRYOSHKA @ Gandaria City Mall

This weekend has been great ^_^. Pertama dapat undangan nonton premier film “Negeri 5 Menara” yang ternyata jauh dari dugaan. Hmm, gw bahkan lebih enjoy nonton ini daripada Laskar Pelangi, walaupun tidak luput dari kekurangan, tapi patut diacungi jempol, apalagi akting-akting para santrinya.

Kebetulan premier itu diadakan di 21 Gandaria City, dan setelah makan siang sehabis nonton, gw menemukan toko kecil unik di tengah-tengah koridor lantai LG, namanya “Matryoshka – From Russia With Love”. Huaaah, gw selalu suka matryoshka dan selalu ingin menambah koleksi di rumah (jumlahnya masih bisa dihitung pakai satu tangan sih :D, udah bisa disebut koleksi, belum, ya?). Anyways, mungkin toko ini sebetulnya lebih mirip kios, tapi diberi dinding kaca  sehingga pengunjung langsung bisa melihat boneka-boneka matryoshka yang dipajang berjejer di rak-rak yang sengaja diposisikan menghadap keluar. Sumpah deh, lucu-lucu banget. Artwork-nya pun macam2, dan cantik-cantik. Saking terpesonanya, sampai lupa potret display tokonya >.<.

Gw pun dengan malu-malu, mulai mendekat, pingin lihat artwork-nya yang cantik-cantik itu. Dan pemilik toko yang sepertinya orang Rusia asli (dan tak kalah cantik dengan matryoshka  di sekelilingnya) datang menghampiri dan menyapa dengan ramah, sambil membagikan pamflet dari kertas yang agak keras seukuran kartu pos yang berisi keterangan tentang matryoshka. Bahasa Indonesia-nya sangat lancar, dan dia juga menjelaskan secara langsung arti dari matryoshka yang bagaikan seorang ibu yang melindungi anak-anaknya.

Koleksi matryoshka di sini ada macam-macam, dari yang tipe klasik, rada bling-bling, cat glossy, cat matte, besar, kecil, dengan macam-macam warna pula, dan macam-macam tema lukisan; semuanya terbuat dari kayu dan dilukis dengan tangan! Ngiler banget, deh, gw di dalam toko. Tapppppiiiii, range harganya pun cukup luas, dari Rp. 95 ribu sampai ada juga yang dijual sekitar 20 juta-an, bahkan di online store mereka ada yang senilai Rp. 34 juta. Semuanya tergantung dari artwork, size dan mungkin bahan kayunya, dan pastinya biaya pengiriman pun sangat mempengaruhi, sebab semua matryoshka di sini dibawa langsung dari Rusia.

Walaupun hari itu sedang berlaku diskon 15 – 30 %, terus terang aja rada susah untuk mencari yang sesuai budget gw. Ada yang ukurannya sedang, tapi harganya sudah sekitar Rp. 280 ribu. Hmmm... masih terlalu mahal untuk kantung gw >.<. Ada juga yang cantik banget lukisannya, tingginya sedang tapi bentuknya lebih tambun dari yang lain, pas dicek, whuiih harganya lebih dari Rp. 800 ribu.

Setelah lihat-lihat lebih seksama, ah nemu juga yang lumayan masih terjangkau. Akhirnya gw pilih matryoshka nuansa merah bernama Zoya yang ukurannya sedikit lebih pendek dari ukuran standar, dan punya anak tiga. Secara harga yah lumayan bisa merem deh, dan dapat diskon 15%, jadi dapet sekitar 160ribu. Mungkin banyak juga yang merasa itu terlalu mahal untuk pajangan seperti itu, tapi bagi gw sih lumayan worth it, kok :), karena gw memang suka dan pingin menjadikannya hobi.

Suatu saat nanti pingin juga posting foto-foto matryoshka yang gw punya ^^. Dan lagi gw sangat puas dengan pelayanan tokonya. Kelihatan sekali si penjual punya passion untuk apa yang dia jual. Setiap kali melihat penjual seperti itu, hati terasa hangat dan rasanya ingin dengan tulus mendukung mereka ^^. Keep up the good work, semoga suatu hari nanti gw bisa ke sana lagi dan terpanggil untuk membawa pulang matryoshka yang lebih cantik lagi ;).




Kutipan dari pamflet Matryoshka – From Russia With Love:

Sejak abad ke-19 Matryoshka adalah suovenir nasional Rusia yang paling populer. Pada setiap pameran-pameran dan festival yang diadakan di seluruh dunia, matryoshka yang cerita dan unik selalu menjadi barang pameran yang paling menarik.

Pada zaman dahulu di Rusia nama Matryoshka atau Matryosha adalah nama wanita yang sangat populer di kalangan orang biasa. Nama matryosha berasal dari kata “mater” yang artinya “Ibu” dalam bahasa Latin. Nama ini dikaitkan dengan citra seorang ibu dari sebuah keluarga petani besar yang sangat sehat dan memiliki tubuh gemuk.

Seperti layaknya seorang Ibu, Matryoshka adalah lambang Cinta, Kasih Sayang, Kepedulian dan Perdamaian. Dengan berjalannya waktu, Matryoshka juga menjadi simbol Persahabatan dan Perhatian.

Jadi... bawalah matryoshka yang penuh cinta dan keberuntungan untuk anak-anak, ibu, ayah, istri, suami dan semua teman yang kita sayangi. Dan jangan lupa untuk menyimpan satu untuk diri kita sendiri agar senang dan bahagia selalu!

Matryoshka – From Russia With Love
Alamat:  Gandaria City Mall. LG
Jl. Sultan Iskandar Muda, Jakarta Selatan
Hp: 081219577601

12/19/2011

Mr. Park, Cilandak Town Square

Udah lama nggak jalan-jalan bertiga dengan nyokap dan kakak kedua, tapi Sabtu kemarin pas aja semua nggak ada acara, dan meluncurlah kami ke Ace Hardware yang baru buka di Karang Tengah (hmmm Ace Hardware ini selalu bikin ngiler, tapi mereka lebih banyak menjual produk mereka sendiri yang harganya selangit tapi mutu tidak terlalu terjamin >.<), setelah putar-puter Ace Hardware, akhirnya gw beli makanan kucing :), dan kk beli jump rope yang katanya bakal dia pake untuk exercise di rumah, yeah right... kita lihat saja berapa lama benda itu bertahan sebelum didiamkan sampai berdebu :D.

Ah ya kembali ke topik utama... setelah cabut dari Ace Hardware kita Citos untuk makan malam. To me spending time with my family is so precious, terutama kalau bisa lihat mama tersenyum lepas ^^, it's the most peaceful and beautiful moment of them all. Sampai di citos gw dan nyokap mampir bentar ke Matahari, mom needed a replacement for her sandal.

Lalu, kami mulai mencari resto untuk makan malam, ternyata ada resto yang belum dicoba, namanya Mr. Park, lumayan lucu namanya :D. Jendela display-nya dihiasi dengan model2 makanan yang keliatannnya cukup menggiurkan, terutama dari ukurannya. Yang paling menarik perhatian adalah family set mereka yang terdiri dari satu piring putih besar yang disekat-sekat, dan setiap bagiannya diisi dengan lauk yang berbeda mulai dari salad, ayam pedas manis, chicken katsu, semur iga, mie, dan semacam nasi goreng :). Katanya sih itu family set untuk tiga orang. Jadi kami langsung pesan menu itu tanpa tambahan lauk lain, habis ukuran di display-nya luamyan besar, takutnya malah nggak habis.

Sebelum pesanan datang, kami diberi tiga mangkuk kecil, sumpah ini mangkuk kecil banget, mungkin cocok untuk bubur bayi. Sambil menunggu pesanan datang, pengunjung dihibur dengan TV yang memutar channel KBS World, waktu pas yang diputar Ojakyo Family. Nggak berapa lama, muncullah pesanan kami yang ternyata beneran besaaaaar :D.

Secara rasa, sebetulnya nggak ada yang nggak enak, tapi tidak istimewa juga, standarlah ya. Bagusnya menu ini sangat mengenyangkan. Sayang sekali kimchi yang hanya secuil itu sama sekali nggak ada kecut2nya, dan salad coleslaw-nya pahit >.<sepertinya mereka pakai bagian pangkal dari kubis *SIGH*. Tapi, lauk-lauk lainnya masih okelah.

Jenis minumannya sendiri standar saja seperti resto biasa, dengan tambahan minuman khas Korean Tea. Ambience-nya terang, dan ruangnya dirancang untuk keluarga, sama dengan cita rasa masakannya, tempat pun tidak buruk, tapi tidak terlalu istimewa.

Family Set
Coleslaw yang kubisnya pahit

Iga dengan kuah yang mirip semur :), ini lumayan enak dan dagingnya empuk

Mirip chicken katsu, or maybe it is chicken katsu :D. Cukup renyah.

Mi yang rasa dan penampilannya mirip dengan mi jawa atau mi tek tek
Sayap Ayam dengan bumbu asam manis. yang ada di mangkuk kecil itu kimchi tapi rasanya jauh dari kimchi

10/02/2011

Strawberry Puree Body Lotion by The Body Shop

Photo credit: http://www.thebodyshop.co.id

Body lotion ini salah satu produk klasik di The Body Shop, karena saat produk-produk baru datang dan pergi, body lotion ini tetap diproduksi. Meskipun produk klasik, tapi baru kali ini gw cobain :D, karena waktu bulan puasa kemarin ada promo khusus diskon 50%, jadilah gw beli. Soalnya kalau harga normal sih, terus terang rada mahal untuk kantong gw, tepatnya kemasan 250ml dipatok dengan harga Rp. 119.000.

Menurut keterangan di kemasan, body lotion untuk kulit normal ini ringan, melembabkan juga mendinginkan, dan terbuat dari pulp stroberi, serta minyak biji-biji stroberi. Cukup menarik, 'kan? :)

Sejauh ini gw udah hampir sekitar dua bulan pakai lotion ini, memuaskan atau tidak? Mari kita jabarkan poin-poin positif & negatifnya dulu.

POSITIF:
  • Gw suka dengan wanginya yang enak dan lumayan tahan lama untuk ukuran body lotion. Aromanya stroberi banget, tapi nggak sampai bikin eneg, dan gw memang suka stroberi.
  • Botolnya bening, jadi ketahuan volume isinya. Kalau tinggal sedikit bisa dihemat-hemat.
  • Mulut botolnya menggunakan pump yang bisa dikunci (tinggal putar ke kiri - kanan). Jadi, mengurangi resiko tercecer, dan karena bisa dikunci, kebersihan lotion di dalam botol tetap terjaga.
  • Expire date-nya 2014, berarti punya waktu kadar luarsa sekitar 3 tahun lebih.
  • Nah ini yang paling penting, kualitas lotion-nya sendiri. Saat dioleskan, memang kita akan merasa lengket untuk beberapa menit, tapi setelah itu lengket-lengketnya hilang dan kulit menjadi lembut. Yang paling gw suka, lotion ini memperbaiki kulit untuk jangka waktu panjang. Maksud gw, lotion ini tidak hanya melembutkan kulit untuk di hari itu aja, tapi terasa kulit lebih sehat, kenyal dan halus dalam jangka waktu yang lama, apalagi kalau dipakai rutin. Jadi terbukti kalau lembabnya meresap ke dalam kulit.
NEGATIF:
  • Harga normalnya termasuk mahal
  • Saat dipakai terasa lengket (tapi, tidak lama)
  • Untuk yang gak suka wangi-wangian yang manis, kemungkinan nggak akan suka dengan aroma lotion ini (my mom is one of them)

KESIMPULAN:
Cukup memuaskan :), and I'm loving it. Tapi, kemungkinan besar gak akan gw beli dengan harga normal. Jadi, The Body Shop, sering-sering bikin program promo, yaaaa ^_^

1/16/2011

HAIR ENERGY - Anti Aging Creambath (Aloe Vera) by Makarizo


Untuk yang malas menghabiskan waktu lama dan biaya mahal di salon, tapi tetap ingin creambath secara teratur, HAIR ENERGY sepertinya bisa menjawab kebutuhan kita.

Creambath instan dari Makarizo ini sangat praktis dibandingkan proses creambath biasa. Khasiat utamanya untuk menghindari penuaan dini pada rambut yang katanya menimbulkan gejala rambut semakin tipis, lepek, dan kusam. Selain aloe vera (lidah buaya) yang berguna untuk menguatkan rambut, series ini juga mengeluarkan “rasa” lainnya.

Cara memakainya gampang banget. Kita tinggal keramas rambut, lalu ratakan Hair Energy ke seluruh batang rambut. Isi Hair Energy untuk saya yang rambutnya pendek, terasa sangat banyak, bahkan berlebihan. Tapi, karena ini pengalaman pertama, jadi saya pakai saja semuanya. Mungkin kalau dituangkan ke dalam mangkuk, krimnya bisa memenuhi satu mangkuk, jadi kira-kira sama banyak dengan krim yang disediakan kalau kita creambath di salon.

Setelah meratakan krim di seluruh batang rambut, kita pijat-pijat kepala selama 5 – 6 menit. Kalau melakukan sendiri, 5 – 6 menit akan terasa lama, jadi mungkin lebih baik dilakukan sambil nonton TV ^_^, daripada dilakukan di kamar mandi, nanti bisa bosan. Saat proses pemijatan, kulit kepala akan mulai terasa dingin, walaupun tidak sedingin kalau kita dipijat saat creambath di salon.

Selesai memijat, kita tinggal membilas rambut sampai bersih, tidak perlu di-sampo lagi. Dan selesailah proses creambath instan yang memang ekstra cepat ^_^. Menurut saran di kemasannya, untuk hasil terbaik gunakanlah Hair Engery dua kali seminggu.

Poin positif:
  • Sangat praktis karena bisa dilakukan dalam waktu 10 menit kurang, karena tidak perlu proses steaming. Coba bandingkan dengan proses creambath di salon yang memakan waktu minimal 1 jam.
  • Sama sekali nggak pelit krim. Saking banyaknya, mungkin untuk yang berambut pendek, krim bisa dibagi untuk dua kali pemakaian.
  • Hasilnya benar-benar membuat rambut halus, bercahaya, ringan, bersih dan mengembang. 
  • Hasil creambath akan bertahan sampai keesokan harinya
  • Setelah rambut kering, akan tercium wangi yang segar. Dan wangi ini pun bertahan sampai keesokan harinya.
  • Tidak membuat gatal kulit kepala.
  • Mudah didapat (dijual di supermarket atau minimarket, dll)
  • Dibandingkan creambath di salon, Hair Energy yang harganya cuma Rp. 10.000 bisa dibilang super murah!

Poin negatif:
  • Wangi krimnya agak aneh saat baru dikeluarkan dari kemasan dan diratakan di rambut. Tapi tidak perlu khawatir, karena begitu rambut kering, wanginya jadi enak, ^_^.
  • Salah satu hal yang saya suka kalau creambath di salon adalah efek “cool” yang terasa di kulit kepala saat krim diratakan di rambut. Nah, Hair Energy rasanya kurang efek “cool”-nya, walaupun mulai terasa sedikit saat rambut dipijat.

Kesimpulan:
Dengan begitu banyak poin positif di atas, saya jadi tertarik untuk memakai Hair Energy secara rutin. Dan mungkin, mencoba “rasa” yang lainnya ^_^

12/07/2010

CHERRY TREE SOLID PERFUME by SHILLS

From Shills (www.com.tw)
Made in Taiwan
Net Wt 0.3oz

I found this perfume when browsing in an online shop called Chic Princessa. A perfume that looks like a balm, woow this is perfect for travelling I thought, so inspite of the expensive price and me not knowing the exact scent, I went ahead and bought this unique product. A very impulsive decision I know, more over because I never use any of Shill's products before. But, I guess at that time my shopping spirit took the best of me.

Chic Princessa has a good service, so the product came not long after I ordered it. Without further ado, I opened the package and it really looked like a balm, or Vicks :D, with metal rounded container. Honestly speaking, it looked cheaper than the price. I wish they made a more attractive packaging.



Anyways, here are some positive and negative points I summed up:

The positives:
  • Because of the solid form, it's very convenient for travelling. You'll have no worries of spilling your perfume.
  • A small size of this product could last a long time, again thanks to the solid form.

The negative:
  • The scent is not my cup of tea. Instead of a perfume, it smells more like an aroma therapic candle's scent. Maybe this is what they meant by the text “Voluptuos Scent” written in the cap. Is this how “Cherry Tree” really smells like?
  • Too expensive.
  • The scent doesn't last very long.
  • The packaging is too simple.

Conclusion:
Nope, I won't buy it again. First of all because I'm not crazy about the scent, secondly it's too pricey.

11/26/2010

Fish & co - Jakarta

I love Fish & co., never regret my visit to this fisherman themed restaurant!

Yes the price is not cheap for my wallet, but once in a while it's so worth it to dine there. I deliberatly do not want to mention any certain branch of Fish & co., because all of  them that spread all over Jakarta, offer the same good quality.

I also adore the fish chowder, yummyyyyy! Too bad, some times when ordering the menu, at first I feel like I could eat anything they have to offer, but when the dish arrived on my table, usually I felt exhausted half way. Because the portion is that big, so in the second half of eating, it will be hard to enjoy just like the first half.

But, now to avoid that kind of feeling, I usually order the sweet and sour fish as seen in the picture, the portion is just right. And the sauce will give you a fresh taste, plus they add sauteed chunks of vegetables which make me feel less guilty for stuffing my body with deep fried food ^_^.


HOT PLANET, Sarinah - Jakarta

At first, we were quite impressed with what this restaurant had to offer, who wouldn't be if the menu was so varied, from Indonesian food, Asian food, to Western food, with reasonable price. They also had an impressive line of breakfast menu, starting from pancakes to Indonesian style porridge.

And judging from the customers at that time, this restaurant was not bad at all. But, they have a very strategic location, so it's too early to judge the food just by looking at the customers present. The ambiance I felt was too dark. And how was the food? Simply put, “PLAIN”. For presentations you can see from the pictures, but for the taste, there was nothing special. It's great that they can sale with an affordable price, but must the taste come out that bland?

So I won't return to that restaurant again if I have to pay for myself :D. 

This one was still okay


9/19/2010

Lady Speed Stick - Powder Fresh

It's my new substitute for the regular deodorant stick I regularly used. From my teenage years until just recently I had been using Rexona dry stick to demolish unwanted body odour. Rexona dry stick does its job pretty well odour wise, and I like the fragrance too. I already have a favorite fragrance that's fresh and soft, plus Rexona is a house hold brand in Indonesia, the price is cheap because I guess they have their own local factory here, so the access to Rexona products is very easy.

But, I can't help but noticing how Rexona always leave some whitish stains in the arm pit area of my clothes. It broke my heart every time I see how Rexona ruins my new blouse or my new t-shirt from the inside, especially the dark colored ones. Besides, what's more important is people said Rexona tends to make our arm pit skin darker. Well, after hearing that, I have to admit, maybe mine is darker than it supposed to be. 

So, my BFF suggested this Lady Speed Stick product from Mennen (distributed by Colgate-Palmolive). According to her, this stick won't make our arm pit skin darker, and won't leave any stain in our clothes. Lady Speed Stick isn't a new thing for me, cause I often saw it  in many drugstores which sell imported products. But, the problem is, it's an imported product made in USA, thus the price is about double the Rexona's price, or more.  

But, I don't want Rexona to ruin my skin and my clothes more that it already  has. So, after using up all my Rexona, I bought Lady Speed Stick at last. I choose "Powder Fresh" fragrance (powder scent always works well for me). The price was quite expensive for my range, Rp. 47.000 (around 4.7 $) for a stick that weighs 39.6g. Judging from the size, I think it could last a long time. It said, this product contains aloe vera extract that will keep our skin soft and moisturized. 

Since then, I have been using it for a week, and quite happy with the result ^_^. It really keeps away unwanted odour all day long, and so far I have not found any (new) stain on my clothes. But I don't know about the darker skin thing, I guess for this one, I need to observe longer to know if this product really reduces the darker shade on my arm pit skin. 


UPDATE: 
After a few months applying this product, the darker shade on my arm pit skin was reduce!! Yaaayness ^_^, so this will be my household product.

8/27/2010

Dear Darling Lipt Tint by Etude House


This is my first Etude House product. I ordered it online from Onik-chan's shop when she opened a korean cosmetics "pre-order". Now, Etude House together with some famous Korean cosmetic brands are all the rage now in big cities of Indonesia. My first encounter with Korean cosmetics was two years ago when my sister in law asked me to buy her a brown sugar mask from Skin Food. She told me to buy it in a Skin Food official store in Jakarta, and I was dumbfounded when I found out how expensive it was, so at that time, I thought there's now way I would buy any Korean cosmetics, because the price range between other Korean cosmetics brand  was not so far with Skin Food's. 


But, later on, I found out how girls here still can afford Korean cosmetics, despite the steep official price tag. They ordered it online via seller who would purchase the cosmetics straight from Korea, of course with a way cheaper price! Even some of them went so far, as to go straight to Korea! Well, that made sense, because that way, they can cut so many cost; tax, location rent, shipping etc. Since then, I tried to ordered (online) Korean cosmetics my self  ^_^, and I'm one satisfied girl with their always cute packaged, fully packed natural ingredients and good quality products. 

Now, although there are many Korean cosmetics brand in the online shopping world in Indonesia, so far I still only stick to Skin Food (and I tried Baviphat once). So, I'm dying to try the next best Korean cosmetics (maybe), which is Etude House! From some time, I was reluctant to buy any product of Etude House because I think it's a bit pricey than Skin Food, and the packaging is just way too girly for my age (although I love pink and cute stuff). But what the hey, I'm curious, so I ordered this Dear Darling Lip Tint no. 1. And here's my positive and negative points according to my skin condition and lip tone.

Positive: 
- It has a distinctive aroma, just like a red syrup's.So much fun to use. The scent is so sweet, you'd wanna taste it.
-Since it is a lip tint not a lip stick, the color is sheer, but what makes it special is; this lip tint is able to make the impression as if the redness of the color come from inside our lips, not outside (I hope my description is understandable). Just like when you drank red Fanta, the red coloring will linger in your lips, just like a child's lips. Naturally reddish.
- The color stay on for hours

Negative:
- It's hard to apply it evenly, since the mixture is too watery. Especially after you have applied balm or lip gloss.
- Quite pricey

Conclusion: I probably won't buy this product any time sooner. I love the effect on my lips. But sometime I get frustrated when trying to apply it evenly.

8/24/2010

Fat Burger @ Plaza Senayan


Seneng banget waktu tahu bakal ada burger baru ^_^, cause I love burgers! Burger chain yang memilih Jakarta untuk awal dominasinya di Asia Tenggara ini bernama Fat Burger, menurut promosinya sih mereka ini the best burger in Las Vegas. Whuiiih, dari namanya, dan fotonya udah jelas terbayang burger-burger di Amerika yang fatty, juicy, nggak sehat, tapi enak banget :D. Maka, suatu hari, waktu mau nonton di Plasa Senayan, gw pun mencobanya. Setelah putar-puter cari lokasi, ternyata Fat Burger PS bukan berupa resto, tapi stan di food court, ya nggak masalah. So, will it meet my expectations?



BURGER 
 This is like, one of the most over priced burger I've ever tasted T_T.
Patty-nya tebal, tapi kering, dan rasanya hambar. Totally different dengan Mother's Cook, Burger King bahkan Mc D yang masing-masing punya signature taste. Big disappointment. Size-nya aja sedang-sedang aja. And forget the melting cheese in their posters, cause you have to pay extra for a slice >.<. 


FRENCH FRIES





Size-nya oke banget. Besar dan panjaaaang. Tapi, kok, ternyata kalau makan kentang goreng yang kegedean, rasanya kayak lagi makan ubi, ya? Dan sayang sekali, kentangnya nggak diracik dengan bumbu-bumbu khas, walaupun gw tetep cinta mati dengan rasa kentang yang asli. 



ONION RING 
 
Bener-bener irisan bawang bombay, my kinda onion ring ^_^! Bukan shredded onion yang dicampur ke dalam adonan (walaupun yang begini juga gw tetep suka). Awalnya sih suka, tapi kok lama-lama kepala jadi terasa berat, dan terasa eneg banget? Gw curiga ada apa-apa dengan minyak deep fry-nya. Mungkin udah keseringan dipakai, kayak minyak abang-abang tukang gorengan. 


SERVICE
Teknologi yang dipakai sih high tech. Kita bahkan bisa cek orderan kita dari layar kecil yang ada di depan mesin kasir, yang dihadapkan ke pengunjung. Terus, semua staf harus ikut mengulang orderan terbaru, kocak juga sih :D. Kalau yang teriakin order pertama berlogat jawa, staf lain juga harus mengulanginya dengan akses jawa :D. 

Tapiii... tetep ada tapi... keliatan banget staf-nya kurang dididik, mungkin standar operasionalnya juga kurang pakem, nggak seperti di resto fast food lain. Di antara mereka sangat kelihatan miskomunikasinya. Okelah itu tempat baru, tapi resto-resto lain pas baru buka juga nggak separah ini. Mulai dari salah order, berantem antara staf, sampai-sampai ada staf yang teriak ke rekannya, "Loe tau nggak sih isi-nya hot dog?". Wkwkwkw, parah kan :D. Dan itu semua terdengar oleh para tamu yang sedang berdiri menunggu makanan mereka keluar, lumayan sih untuk tontonan, sembari nyengir bete karena pesanan kita lama kelarnya.

Still, gw masih menyimpan harapan pada Fat Burger ini, karena mereka juga akan buka di Senayan City (berseberangan dengan PS, nekat juga), kali ini bukan berupa stan, tapi resto beneran. Mudah-mudahan sih poin-poin negatif di atas disebabkan karena kelalaian staf, bukan karena resep originalnya begitu. Kalau itu standar asli mereka, gw nggak mau lagi deh >.<, absolutely not worth it. 
-All pictures were taken  by myself, do not copy without permission-