Sebentar lagi akhir bulan Maret, sudah lama sekali gw nggak update blog. And so many things happened. Dari gempa Jepang, yang mempengaruhi temen2 di sana, sampai ke (lagi-lagi) rasa depresi dalam diri karena pekerjaan yang kacau balau. Dan tambahan, gw merasa mata gw semakin parah. Sudah ganti kacamata dan contact lens, dan minus mata gw sekarang -6.25 & -6.75. Tapi yang mengerikan, dengan minus sebesar itu, setelah kurang lebih sebulan, gw merasa mata ini bertambah lagi entah minus atau bahkan (?) silindris. Terutama mata sebelah kanan. Sepertinya ini titik terlemah dalam badan gw.
Untuk setidaknya menghentikan atau memperlambat naiknya minus lagi, sekarang gw mencoba menambah jarak dalam membaca, dan mulai minum vitamin mata yang harganya luar biasa mahal!! Yah, untungnya sempet nemu yang buy 1 get 2 di Guardian.
Dan masalah pekerjaan, rasanya semakin banyak editan2 yang tidak terkejar. Sudah berapa bulan ini gw steril dari editan dan proof checking di weekend. Dispite all that, gw semakin hari semakin memeriksa proof dengan lebih teliti. Misalnya mencek kelebihan aploof yang bagi gw harus at least 2mm (ini sudah gw lakukan dalam beberapa tahun ini sebetulnya), dan juga mencek jarak teks dengan penjilidan supaya enak dibaca, that only naming a few. Yah efeknya langsung berasa di mata, dan speed kerja.Ah dan satu lagi mungkin... berasa di uban gw yang di tahun ini sepertinya bertambah jauuuuuuh lebih banyak.
All of those and a lot more are taking their toll to my emotional state. Sekarang terus terang sering merasa sangat down, secara fisik dan psikis. Apakah hanya karena PMS? Rasanya tidak bisa menyalahkan seluruhnya kepada PMS. Banyak yang harus gw benah; etika kerja, emosi, cara memandang hidup. Gw harus cari lagi cara untuk memandang hidup dengan positif.Apalagi rasa jealous kepada hal2 yang orang lain miliki. Gw harus menanamkan di kepala dan hati dalam-dalam, kalau gw harus menerima keadaan diri sendiri dengan ikhlas untuk mendapat ketenangan hidup.
3/29/2011
3/14/2011
Public Job
The downside of having a "public job" is being criticized publicly. What I meant by "Public job" is the kind of job which your work is labeled by your name, like being a book translator etc.
~Bleeh gw nulis apa, sih? Nggak jelas. What a day~
~Bleeh gw nulis apa, sih? Nggak jelas. What a day~
2/14/2011
Heran
Sudah dikasih contoh yang super lengkap, eh ternyata sepertinya sama sekali nggak dilirik. Gondok nggak sih!? Orang sudah mempermudah kerjaan dia tapi dia sama sekali nggak menghargai, mending kalau yang dia kerjakan benar, tahu2nya salah! Padahal tinggal lihat contoh yang gw kasih >.<.
~Keluh kesah saat PMS menjelang~
~Keluh kesah saat PMS menjelang~
1/24/2011
New Habit
Working while watching my twitter's time line.
Maybe to some, this would be distracting, but lately I feel it's a fun way to do my job. Because this way, I can reduced a little boredom that often shows it's existence let's say about every 15 minutes, and I can get instant informations, let it be trivial or important news. Maybe this has to do with my job that needs me to deal with lots and lots of text, which exhausted my eyes easily.
1/23/2011
Blue Feather
This is my first purchase at Frezia Fashion Shop. A long necklace made of aloy (gold color) with a ruby like rhinestone, and turqouise look a like plastic beads. Only Rp. 30.000 (around 3$). The online shop has so many cute accessories with reasonable price. Very recommended seller, I myself will probably buy some more jewelries there ^_^. But each purchase has to be at least Rp. 50.000, that's why I also bought another necklace beside this blue feather one, and the theme is butterfly, too bad I can not show it now because I left it in my mother's house.
Shopping @ Daiso
Di Jepang ada yang namanya toko 100 Yen dengan cabang yang menyebar di seluruh Jepang, dan di Jakarta mereka juga sudah buka cabang, salah satunya di Blok M Jakarta Selatan (kadang-kadang mereka juga suka buka corner dengan beberapa bak di super market Food Hall).
Cabang Blok M Daiso berlokasi di lantai dua super market Papaya. Ukurannya kecil, mungkin lebih kecil daripada mini market Indomaret atau Alfa Mart yang sedang menjamur di mana-mana. Tapi, bisa puas berlama-lama di sana, karena banyak barang2 lucu, dan aneh yang biasa dijual di Jepang. Di Indonesia mereka pasang harga Rp. 22.000 untuk semua barang. Untuk yang baru datang dari Jepang, dan kurang beli oleh-oleh, bisa beli di sini, banyak kok barang-barang khas Jepang. Walaupun sebagian besar made in China, tapi lacquer wear plastik dan sumpitnya masih bikinan Jepang.
Gw sendiri setelah putar puter, akhirnya beli tempat kacamata yang dibungkus dengan kain bermotif tradisional Jepang, sumpit isi 3 pasang, mini whiteboard (ceritanya untuk organize kerjaan di kantor) dan pewangi ruangan jeli ^_^. Masih banyak sih yang pingin dibeli, tapi gw berusaha keras untuk mengendalikan diri. Kapan-kapan mau banget ngubek-ngubek daiso lagi, apalagi sekarang gw lagi cari softcase untuk hard disk external yang lagi susah dicari di Carefour dan Ace Hardware.
![]() |
| Lucu kan ^_^, cuma Rp. 22.000 lho. |
![]() |
| Pewangi ruangan aroma Apel yang bertahan selama 45 hari. Kalau sudah habis, tempatnya masih bisa dipakai dan diisi dengan refill pewangi ruangan jeli yang sudah banyak dijual di super market. |
1/21/2011
Another Disappointing K-drama
I'm supposed to do my proof, but I'm so sleepy thanks to "Mary Stayed Out All Night". Yeah, I watched it last night until the last episode. Arrgh, but the story line went down hill around the last quarter of the drama, too bad.
The sight of Wi Marry became annoying towards the end of the story, going back and forth from Kang Mu Gyul to the director. And I'm getting annoyed by the way every time she called the director. I don't know why, it's just that I found the sound very annoying, "Teppenim.. (something like that)". "Princess Hours", another Korean drama I've finished recently, also had a lousy story line from the second half of the story until the end. What's up with the writers anyway? At first the stories of both dramas were so sweet, simple and interesting, but after 10 episode, everything was ruined.
I've started to watch Korean drama since 2010, so I don't have much experience, but so far from all the K drama I've watched, only these dramas that really touched my heart: Shining Inheritance / Brilliant Legacy, My Girlfriend is a Gumiho, Coffee Prince, Personal Taste and Boys Over Flower.
Even Sunkyukkwan Scandal many times felt boring to me, the chemistry between the lead actor and actress just didn't work, only Joong Ki who stood out.
Still, hopefully there are still great dramas out there, whether it's Korean or Japanese, that are worth watching.
List of K-dramas I've watched (from 2010):
1. Boys Over Flower
2. Personal Taste
3. Coffee House (only half way ~ I could not stand watching it)
4. Coffee Prince
5. My Girlfriend is a Gumiho
6. Shining Inheritance / Brilliant Legacy (absolute brilliance!)
7. Princess Hours
8. Mary Stayed Out All Night / Marry Me, Mary!
9. Sunkyukwan Scandal
List of K-dramas I've watched (from 2010):
1. Boys Over Flower
2. Personal Taste
3. Coffee House (only half way ~ I could not stand watching it)
4. Coffee Prince
5. My Girlfriend is a Gumiho
6. Shining Inheritance / Brilliant Legacy (absolute brilliance!)
7. Princess Hours
8. Mary Stayed Out All Night / Marry Me, Mary!
9. Sunkyukwan Scandal
1/16/2011
HAIR ENERGY - Anti Aging Creambath (Aloe Vera) by Makarizo
Untuk yang malas menghabiskan waktu lama dan biaya mahal di salon, tapi tetap ingin creambath secara teratur, HAIR ENERGY sepertinya bisa menjawab kebutuhan kita.
Creambath instan dari Makarizo ini sangat praktis dibandingkan proses creambath biasa. Khasiat utamanya untuk menghindari penuaan dini pada rambut yang katanya menimbulkan gejala rambut semakin tipis, lepek, dan kusam. Selain aloe vera (lidah buaya) yang berguna untuk menguatkan rambut, series ini juga mengeluarkan “rasa” lainnya.
Cara memakainya gampang banget. Kita tinggal keramas rambut, lalu ratakan Hair Energy ke seluruh batang rambut. Isi Hair Energy untuk saya yang rambutnya pendek, terasa sangat banyak, bahkan berlebihan. Tapi, karena ini pengalaman pertama, jadi saya pakai saja semuanya. Mungkin kalau dituangkan ke dalam mangkuk, krimnya bisa memenuhi satu mangkuk, jadi kira-kira sama banyak dengan krim yang disediakan kalau kita creambath di salon.
Setelah meratakan krim di seluruh batang rambut, kita pijat-pijat kepala selama 5 – 6 menit. Kalau melakukan sendiri, 5 – 6 menit akan terasa lama, jadi mungkin lebih baik dilakukan sambil nonton TV ^_^, daripada dilakukan di kamar mandi, nanti bisa bosan. Saat proses pemijatan, kulit kepala akan mulai terasa dingin, walaupun tidak sedingin kalau kita dipijat saat creambath di salon.
Selesai memijat, kita tinggal membilas rambut sampai bersih, tidak perlu di-sampo lagi. Dan selesailah proses creambath instan yang memang ekstra cepat ^_^. Menurut saran di kemasannya, untuk hasil terbaik gunakanlah Hair Engery dua kali seminggu.
Poin positif:
- Sangat praktis karena bisa dilakukan dalam waktu 10 menit kurang, karena tidak perlu proses steaming. Coba bandingkan dengan proses creambath di salon yang memakan waktu minimal 1 jam.
- Sama sekali nggak pelit krim. Saking banyaknya, mungkin untuk yang berambut pendek, krim bisa dibagi untuk dua kali pemakaian.
- Hasilnya benar-benar membuat rambut halus, bercahaya, ringan, bersih dan mengembang.
- Hasil creambath akan bertahan sampai keesokan harinya
- Setelah rambut kering, akan tercium wangi yang segar. Dan wangi ini pun bertahan sampai keesokan harinya.
- Tidak membuat gatal kulit kepala.
- Mudah didapat (dijual di supermarket atau minimarket, dll)
- Dibandingkan creambath di salon, Hair Energy yang harganya cuma Rp. 10.000 bisa dibilang super murah!
Poin negatif:
- Wangi krimnya agak aneh saat baru dikeluarkan dari kemasan dan diratakan di rambut. Tapi tidak perlu khawatir, karena begitu rambut kering, wanginya jadi enak, ^_^.
- Salah satu hal yang saya suka kalau creambath di salon adalah efek “cool” yang terasa di kulit kepala saat krim diratakan di rambut. Nah, Hair Energy rasanya kurang efek “cool”-nya, walaupun mulai terasa sedikit saat rambut dipijat.
Kesimpulan:
Dengan begitu banyak poin positif di atas, saya jadi tertarik untuk memakai Hair Energy secara rutin. Dan mungkin, mencoba “rasa” yang lainnya ^_^
1/13/2011
Thank You for Giving Me Strength
Yesterday & today @ my office were so strange...
I feel this is a turning point toward something.
Dear Allah thank You thank You thank You for the strength You've given me.
Please always show me the right path... please don't let me be and feel intimidated by the things that are not worthy to be.
Somehow I knew You've sent me courage and strength.
Though I wavered, in the end You gave me the way to stand my ground.
Thank you so very much, from yours truly the humble me...
1/09/2011
Kyusu @ Kemanggisan
I'd just like to show a few pictures of a humble little Japanese restaurant that offered tasty and affordable Japanese food at Syahdan street, in Kemanggisan area, in West Jakarta near Binus campus.
Their menu stood out from the rest of the joints of Kemanggisan. They served from sushi to teppanyaki, with all kinds of fruits juices. From the looks of it, and the way he wore a cook's uniform, I think the owner had some experience in a real Japanese restaurant. But he had ran out of business, probably because the cost of maintaining the place was way to expensive to bare compared to the profit received. It breaks my heart every time a restaurant I love has to be closed down especially because of lack of customers >.<. Still, I have to admit although for a Japanese food the price was considered very cheap, still it did not suit the market at Kemanggisan that is filled with college students who usually aiming for a below Rp. 15.000 complete meal.
I still remember the nice owner who had high hopes when we visited the restaurant which at the time was just opened. Please don't give up. I hope you find a more strategic place for your restaurant.
| California roll |
| Chicken Teppanyaki |
| Gindara Teppanyaki |
Subscribe to:
Posts (Atom)




